Indramayu, 9 Agustus 2026 - Dalam upaya memastikan kelancaran pasokan air untuk lahan pertanian dan mendukung program ketahanan pangan nasional, Babinsa Desa Tugu dari Koramil 1607/Sliyeg, Serka Dadan Wahyudin, melaksanakan pemantauan rutin terhadap aliran irigasi di Sungai Sondol (SO 8) pada Minggu (9/08/2026) pagi. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini berfokus pada memastikan kondisi aliran air tetap optimal di Desa Tugu, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu.
Sungai Sondol SO 8 memegang peranan krusial sebagai jalur irigasi utama yang mengalirkan air ke areal persawahan di wilayah Desa Tugu, meliputi Blok Jowar, Blok Sipala, dan Blok Bor. Saat ini, wilayah tersebut tengah memasuki periode penting Musim Tanam Sadon Tahun 2026, di mana ketersediaan air menjadi faktor penentu keberhasilan panen.
Dalam pelaksanaan pemantauan, Serka Dadan Wahyudin didampingi oleh unsur pemerintah desa, jajaran kepolisian, serta para pengelola pertanian. Bersama-sama, mereka meninjau kondisi fisik saluran irigasi dan mengukur debit aliran air. Langkah proaktif ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini terhadap potensi kendala yang dapat menghambat distribusi air ke lahan pertanian.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut adalah Kuwu Desa Tugu, Bapak Suwatno; Babinsa Desa Tugu, Serka Dadan Wahyudin; Bhabinkamtibmas Desa Tugu, Aipda Johan Hidayat; serta Bapak Wasir selaku Raksa Bumi Desa Tugu beserta rekan-rekannya.
|
Baca juga:
Pendampingan Pertanian di Indramayu
|
Serka Dadan Wahyudin menekankan pentingnya kelancaran irigasi sebagai salah satu pilar utama keberhasilan musim tanam. "Kami melakukan pemantauan secara langsung untuk memastikan aliran air irigasi tetap berjalan normal dan kebutuhan air untuk persawahan dapat terpenuhi. Jika ada kendala di lapangan, kami akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait agar dapat ditangani secepat mungkin, " ujar Serka Dadan Wahyudin. Ia menambahkan bahwa pendampingan ini merupakan wujud kepedulian Babinsa terhadap kesejahteraan para petani serta kontribusi nyata dalam mendukung upaya pemerintah menjaga produktivitas pertanian.
Menanggapi hal tersebut, Danramil 1607/Sliyeg, Lettu Cke Anton Susilo, S.Kom, menegaskan kembali urgensi sinergi antara TNI, pemerintah desa, Polri, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keberlangsungan sarana irigasi. "Air merupakan kebutuhan utama bagi petani. Karena itu, kondisi saluran irigasi harus terus dipantau, terutama pada musim tanam. Koramil 1607/Sliyeg melalui para Babinsa akan terus hadir mendampingi petani dan berkoordinasi dengan seluruh pihak agar distribusi air berjalan lancar. Dengan irigasi yang baik, kita berharap produktivitas tanaman padi dapat meningkat dan ketahanan pangan nasional semakin kuat, " tegas Danramil.
Kegiatan pemantauan berjalan dengan aman dan lancar, mencerminkan soliditas dan sinergi yang kuat di tingkat wilayah antara Babinsa, pemerintah desa, Bhabinkamtibmas, dan Raksa Bumi dalam menjaga sektor pertanian. Dengan terjaganya aliran Sungai Sondol SO 8, diharapkan kebutuhan air bagi areal persawahan Desa Tugu selama Musim Tanam Sadon 2026 dapat terpenuhi secara optimal, memungkinkan para petani untuk menjalankan aktivitas pertanian dengan maksimal dan berkontribusi pada peningkatan hasil produksi padi.
