Indramayu, 21 Juli 2026 - Upaya penguatan ketahanan pangan nasional terus digalakkan di berbagai lini pertanian. Kali ini, Babinsa Desa Tugu Kidul dari Koramil 1607/Sliyeg Kodim 0616/Indramayu, Serka Dadan Wahyudin, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sliyeg dan ratusan petani, memimpin pelaksanaan kegiatan gropyokan hama tikus yang berpotensi merusak tanaman padi. Aksi serentak ini dipusatkan di areal persawahan Blok Kendal, Desa Tugu Kidul, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, pada Selasa pagi (21/07/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB tersebut difokuskan pada metode pembongkaran sarang tikus secara langsung serta melakukan pengasapan pada lubang-lubang persembunyian hama. Pendekatan ini diambil sebagai langkah konkret untuk menekan populasi tikus yang menjadi ancaman serius bagi produktivitas tanaman padi, terutama pada musim tanam kedua yang sedang berjalan.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Camat Sliyeg Opik Hidayat, S.Sos., yang turut memberikan dukungan. Mewakili Danramil 1607/Sliyeg, Serka Dadan Wahyudin hadir bersama Bhabinkamtibmas Aipda Rusjai yang mewakili Kapolsek Sliyeg. Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sliyeg, Ahmad Abdurohman, SP., juga turut serta, didampingi oleh Kuwu Desa Tugu Kidul Darlinah beserta jajarannya. Selain itu, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari 17 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Wiralodra (Unwir) serta sekitar 105 petani yang berasal dari Desa Tugu Kidul.
Lebih dari sekadar aksi pengendalian hama, kegiatan gropyokan ini juga dimanfaatkan sebagai forum dialog interaktif antara Babinsa, Forkopimcam, dan para petani. Momentum ini menjadi kesempatan berharga untuk menyerap berbagai aspirasi, masukan, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi petani selama musim tanam kedua, khususnya terkait dampak serangan hama tikus yang berpotensi menurunkan hasil panen secara signifikan.
|
Baca juga:
Apel Tahunan Ponpes As Sakienah Sliyeg
|
Serka Dadan Wahyudin menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam kegiatan ini merupakan wujud nyata pendampingan terhadap sektor pertanian guna memastikan produksi tetap terjaga.
