Indramayu - Upaya serius dilakukan para petani di Desa Sudikampiran, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, untuk memerangi hama tikus yang mengancam hasil panen padi mereka. Kegiatan gropyok tikus secara massal digelar pada Rabu, 22 Juli 2026, mulai pukul 08.00 WIB, bertempat di areal persawahan Blok Kedongdong.
Kegiatan ini merupakan wujud konkret penanggulangan hama yang dilakukan para petani dengan metode pemberian Klerat dan pengisian lubang tikus dengan racun. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap keluhan dan kendala yang dihadapi petani selama musim tanam, khususnya terkait serangan hama yang dapat mengurangi produktivitas padi.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah perwakilan penting dari pemerintah daerah dan unsur TNI-Polri. Hadir mewakili Camat Sliyeg adalah Bapak Sugeng Raharjo selaku Kasi PMD Kecamatan Sliyeg. Dari jajaran kepolisian, Kapolsek Sliyeg AKP Edi M.S S.H beserta anggota turut serta. Komandan Rayon Militer (Danramil) 1607/Sliyeg diwakili oleh Serma Sarwika. Bapak Ali selaku Kuwu Desa Sudikampiran juga turut hadir, bersama Bapak Erdono dari BPP Kecamatan Sliyeg.
Dukungan juga datang dari kalangan akademis, di mana Sdr. Muhammad Adiwirya beserta tiga orang rekannya dari mahasiswa KKN Universitas Wiralodra turut memeriahkan dan membantu jalannya kegiatan. Tak ketinggalan, kelompok tani dan para petani Desa Sudikampiran yang berjumlah kurang lebih 30 orang, menjadi garda terdepan dalam aksi pemberantasan hama tikus ini.
Tujuan utama dari pelaksanaan gropyok tikus ini adalah untuk mendengarkan langsung keluhan para petani terkait permasalahan yang mereka hadapi selama musim tanam, sekaligus memberikan solusi konkret. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat secara signifikan mengurangi populasi tikus di areal persawahan Desa Majasari (kemungkinan merujuk pada areal yang sama atau berdekatan dengan Sudikampiran) dan pada akhirnya meningkatkan hasil produktivitas panen padi secara maksimal.
Dalam kesempatan tersebut, Danramil 1607/Sliyeg melalui perwakilannya, Serma Sarwika, menyatakan komitmennya untuk terus mendukung para petani dalam menjaga ketahanan pangan. Ia menekankan pentingnya sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk menghadapi berbagai tantangan di sektor pertanian, termasuk serangan hama. "Kami akan terus hadir di tengah petani untuk memberikan dukungan dan solusi. Pemberantasan hama tikus ini adalah salah satu upaya kita bersama demi mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan, " ujar Serma Sarwika dalam kutipannya.
|
Baca juga:
Apel Tahunan Ponpes As Sakienah Sliyeg
|
