Indramayu, 15 Juli 2026 - Aula Balai Desa Tugu, Jalan Raya Tugu, Desa Tugu, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, menjadi saksi bisu pelaksanaan Lelang Sewa Garapan Tanah Eks Pangonan dan Tanah Rawa Musim Tanam (MT) 2026 - 2027 yang diselenggarakan secara bersama oleh Pemerintah Desa Tugu dan Pemerintah Desa Tugu Kidul. Kegiatan ini merupakan inisiatif strategis untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan-lahan yang sebelumnya tidak tergarap secara produktif, sekaligus menjadi upaya preventif guna mencegah potensi konflik dalam pengelolaan lahan, serta memperkuat pondasi Program Ketahanan Pangan Nasional.
Proses lelang dihadiri oleh berbagai elemen penting, termasuk Camat Sliyeg, jajaran pemerintah desa, Babinsa dari Koramil 1607/Sliyeg, tokoh masyarakat, perwakilan kelompok tani, para calon penyewa lahan, serta unsur terkait lainnya. Seluruh tahapan lelang dirancang untuk berjalan dengan prinsip terbuka, transparan, dan mengedepankan asas keadilan, memastikan setiap peserta memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi.
Serka Dadan Wahyudin, Babinsa Desa Tugu Koramil 1607/Sliyeg, menegaskan peran aparat kewilayahan dalam kegiatan ini. "Kami hadir untuk memastikan seluruh rangkaian lelang berjalan aman, tertib, dan transparan. Harapannya, lahan eks pangonan dan tanah rawa dapat segera dimanfaatkan secara maksimal sehingga mampu meningkatkan hasil pertanian dan mendukung ketahanan pangan nasional, " ujar Serka Dadan Wahyudin.
Kuwu Desa Tugu, Suwatno, menjelaskan bahwa lelang ini bertujuan agar aset desa dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. "Kami berharap lahan yang dilelang segera digarap oleh para penyewa sesuai ketentuan yang berlaku sehingga produktivitas pertanian meningkat, pendapatan desa bertambah, serta tidak menimbulkan perselisihan dalam pemanfaatannya, " ungkap Suwatno.
Camat Sliyeg, Opik Hidayat, S.Sos., mengapresiasi pelaksanaan lelang yang berlangsung tertib dan mengedepankan musyawarah. "Pelaksanaan lelang seperti ini merupakan langkah yang baik dalam mewujudkan tata kelola aset desa yang transparan dan akuntabel. Semoga lahan yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung peningkatan produksi pangan di wilayah Kecamatan Sliyeg, " katanya.
Komitmen TNI AD dalam mendukung sektor pertanian juga ditegaskan oleh Danramil 1607/Sliyeg, Lettu Cke Anton Susilo, S.Kom. "Koramil 1607/Sliyeg akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung optimalisasi lahan pertanian. Ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang harus terus kita jaga, " tegasnya.
Komandan Kodim 0616/Indramayu, Letkol Armed. Tulus Widodo, S.E., M.Han, menambahkan pentingnya pemanfaatan lahan secara optimal sebagai langkah strategis penguatan ketahanan pangan. "Setiap potensi lahan pertanian harus dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan produksi pangan dan kesejahteraan petani. Babinsa akan terus hadir mendampingi masyarakat dalam setiap program pertanian yang bermanfaat, " ujarnya.
Senada, Komandan Korem 063/Sunan Gunung Jati, Kolonel Inf. Hista Soleh Harahap, menekankan bahwa sinergi seluruh pihak merupakan kunci keberhasilan program ketahanan pangan. "Keberhasilan ketahanan pangan memerlukan kerja sama yang erat antara pemerintah, aparat kewilayahan, dan masyarakat. Dengan semangat gotong royong, kita dapat mengoptimalkan seluruh potensi pertanian yang dimiliki, " tuturnya.
Pangdam III/Siliwangi, Mayor Jenderal TNI Kosasih, S.E., M.M., yang dikenal sebagai Jenderal Santri, menegaskan komitmen TNI AD dalam mendukung program strategis pemerintah. "Ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan nasional. TNI AD akan terus hadir bersama rakyat dalam mendukung pengelolaan lahan pertanian yang produktif, menjaga kebersamaan, dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, " pesannya.
Pelaksanaan Lelang Sewa Garapan Tanah Eks Pangonan dan Tanah Rawa MT 2026 - 2027 berjalan dengan aman, tertib, dan lancar, memberikan harapan besar untuk optimalisasi pemanfaatan lahan pertanian di Desa Tugu dan Desa Tugu Kidul, peningkatan produktivitas sektor pertanian, pencegahan konflik lahan, serta kontribusi nyata terhadap keberhasilan Program Ketahanan Pangan Nasional.
|
Baca juga:
Babinsa Pantau Panen Padi Sliyeg
|
